Bahaya Plastik

Kita tentunya tahu di era modren dan globalisasi terjadinya perubahan pola hidup yang mengiginkan serba mudah dan praktis hal ini dapat kita lihat banyak gelas, piring, dan peralatan rumah tangganya yang menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari hal ini disebabkan plastik memiliki bebrapa keunggulan antara lain :

  • Tidak mudah pecah dibandingkan dengan kaca
  • lebih  tahan lama
  • kuat dan ringan
  • tidak berkarat
  • bersifat termoplastis
  • dapat diberi label atau cetakan dengan
    berbagai kreasi
  • plastik juga mudah untuk diubah bentuk

Selain dari keunggulan tersebut plastik juga mempunyai dampak yang berbahaya bagi kita karena plastik mempunyai senyawa zat yang dapat berinteraksi jika digunakan lebih dari satu kali dan dalam keaadaan suhu panas, yaitu terjadinya migrasi atau berpindahnya zat-zat monomer dari bahan plastik ke dalam makanan, terutama jika makanan tersebut tak
cocok dengan kemasan atau wadah penyimpannya.

Monomer atau aditif plastik apa saja yang perlu diwaspadai? Tidak semua memang, hanya beberapa saja seperti vinil klorida, akrilonitril, metacrylonitril, vinylidene klorida serta styrene. Monomer vinil klorida dan akrilonitril cukup tinggi potensinya untuk menimbulkan kanker pada manusia. Vinil klorida dapat bereaksi dengan guanin dan sitosin pada DNA. Sedangkan akrilonitril bereaksi dengan adenin. Vinil asetat telah terbukti menimbulkan kanker tiroid, uterus dan liver pada hewan. Akrilonitril menimbulkan cacat lahir pada tikus-tikus yang memakannya. Monomer-monomer lain seperti akrilat, stirena, dan metakrilat serta senyawa-senyawa turunannya, seperti vinil asetat, polivinil klorida, kaprolaktam, formaldehida, kresol, isosianatorganik, heksa metilendiamin, melamin, epodilokkloridrin, bispenol, dan akrilonitril
dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan terutama mulut, tenggorokan dan lambung. Aditif plastik jenis plasticizer, stabilizer dan antioksidan dapat menjadi sumber pencemaran organoleptik yang membuat makanan berubah rasa serta aroma, dan bisa menimbulkan keracunan. Pada suhu kamar, dengan waktu kontak yang cukup lama, senyawa berberat molekul kecil dapat masuk ke dalam makanan secara bebas, baik yang berasal dari aditif
maupun plasticizer. Migrasi monomer maupun zat-zat pembantu polimerisasi, dalam kadar tertentu dapat larut ke dalam makanan padat atau cair berminyak maupun caitan berminyak. Semakin panas makanan yang dikemas, semakin tinggi peluang terjadinya migrasi (perpindahan) ke dalam bahan makananan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan kode yang ada dikemasan plastik sehingga kita tahu penggunaanya untuk menghindari bahaya dari pengunaan plastik.

Kode Keterangan
Polyethylene Recycling Code Polyethylene Terephthalate (PET, PETE). PET biasanya dipergunakan di botol minuman dan jenisnya transparan, jernih/bening. Seperti digunakan untuk tempat air mineral, air jus, jelly dan tidak untuk air hangat apalagi air panas. Digunakan hanya untuk satu kali saja. Nickname: Polyester.

HDPE Recycling Code High Density Polyethylene (HDPE). Benda dengan kode HDPE digunakan untuk botol susu, jus, air, kotak sereal dan produk pencuci. Bentuknya berwarna putih susu. HDPE seperti PTE tetapi lebih tahan terhadap bahan kimia. HDPE juga seperti PTE pengunaannya hanya sekali saja.

Vinyl Recycling Code Vinyl (Polyvinyl Chloride or PVC), bahan ini paling susah untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa dan kontruksi bangunan. Karena lebih tahan terhadap bahan senyawa kimia, minyak, dll

LDPE Recycling Code Low Density Polyethylene (LDPE). biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek (madu, mustard). Barang-barang dengan kode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode inibisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

Polypropylene Recycling Code Polypropylene (PP). Barang dengan kode ini merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Cirinya biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

Polystyrene Recycling Code Polystyrene (PS). PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia. Bahan ini dibanyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara cina.

Other. Barang dengan kode ini bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Jangan lupa, penggunaan bahan plastik tidak untuk digunakan di microwave, gunakan bahan keramik atau gelas. Dan jangan membuang sembarang barang berbahan plastik karena dapat mencemari lingkungan kita khususnya bahan plastik yang mengandung bisphenol-A.

sumber ::

http://teknisikomputer.blog.telkomspeedy.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: